Tue. Apr 23rd, 2024

angkaberita.id

Situs Berita Generasi Bahagia

Kejutan Sanna Marin, Kenapa Perempuan Kuasai Politik di Finlandia?

2 min read

sanna marin perdana menteri termuda finlandia dan dunia bersama mitra koalisi sekaligus menteri di kabinetnya/foto reuters/lehtikuva lehtikuvavia via cfc.org

Kejutan Sanna Marin, Kenapa Perempuan Kuasai Politik di Finlandia?

angkaberita.id – Belum lama ini, Sanna Marin (34) dilantik menjadi Perdana Menteri Finlandia sekaligus menjadikannya pemimpin negara termuda di dunia.

Sanna juga memimpin koalisi politik lima parpol pemerintahan, kelimanya diketuai perempuan. Bahkan, empat di antara lima ketua parpol koalisi tadi masih berusia kurang 35 tahun, termasuk Sanna mewakili Partai Sosial Demokrat.

Rekor lainnya, Kabinet Sanna juga didominasi menteri-menteri perempuan. Dari 19 menteri di kabinet, 12 di antaranya perempuan. Dengan komposisi itu, Kabinet Sanna menjadi kabinet kedua di dunia dengan jumlah menteri perempuan terbanyak, setelah Spanyol.

Seperti ditulis Council On Foreign Relations, Sanna sebelumnya menjabat Menteri Transportasi, dan berkiprah di politik sejak 2015 setelah terpilih menjadi anggota parlemen Finlandia. Di dunia, Sanna menjadi pemimpin negara paling muda.

Berdasarkan riset Statista, terdapat 8 pemimpin negara di sekujur bumi berusia di bawah dan atau 40 tahun, termasuk Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern. Hanya Sanna dan Jacinda berjenis kelamin perempuan, enam lainnya laki-laki.

Catatan sejarah Sanna bukannya tanpa kritik. Sebagian menyebutnya kabinet “tak berpengalaman”, meskipun tidak sedikit mengapresiasi mereka. Kabar mereka juga memantik pemberitaan media di dunia, termasuk Tagesschau, harian konservatif di Jerman.

Harian itu menjuluki Sanna “Muda dan Cantik” (hübsch & jung), belakangan seperti dilansir dari Forbes, pemberitaan cenderung seksis itu menuai protes lewat media sosial.

sanna marin perdana menteri termuda finlandia dan dunia bersama mitra koalisi sekaligus menteri di kabinetnya/foto reuters/lehtikuva lehtikuvavia via cfc.org

Dalam koalisi Sanna, empat perempuan ketua parpol koalisinya ialah Li Andersson (32), Katri Kulmuni (32), Maria Ohisalo (34) and Anna Ma-Ja Henrikkson (55). Mereka berasal dari Partai Tengah, Partai Hijau, Aliansi Kiri dan Partai Rakyat Swedia di Finlandia.

Sanna menggantikan rekan separtainya, Antti Rinne setelah mengundurkan diri akibat tidak mendapat dukungan mitra koalisinya.

Sebagai wakil Antti di Partai Sosial Demokrat naik menggantikannya. Netizen menyambut gembira pelantikan Sanna dan kabinet bentukannya. Bahkan, lawan politiknya juga turut memuji.

“Kami bukan partai pemerintah, tapi saya gembira pimpinan lima parpol pemerintahan perempuan. Ini menunjukkan Finlandia negara progresif dan modern,” ucap Alexander Stubb.

Stubb merupakan lawan politiknya. Dia pernah menjabat perdana menteri saat Partai Koalisi Nasional berkuasa di Finlandia. Dia menambahkan, persoalan gender bukanlah masalah di Finlandia seperti dikutip situs berita IndiaToday. (*)

Bagikan