Mon. Apr 22nd, 2024

angkaberita.id

Situs Berita Generasi Bahagia

Selandia Baru Tergantung Dokter Lulusan Asing, Turki Andalkan Dokter Lokal. Kenapa?

2 min read

Ilustrasi profesi dokter/foto aptelresearch.com via medeka.com

Selandia Baru Tergantung Dokter Lulusan Asing, Turki Andalkan Dokter Lokal. Kenapa?

angkaberita.id – Kuba dikenal sebagai negara pengekspor tenaga ahli seperti dokter dan insinyur. Bahkan di masa pemerintahan Presiden Dilmar Rouseff, Brazil pernah mengimpor dokter Kuba demi menunjang program populis pemerintahan Partai Buruh itu.

Sebelum akhirnya, di masa pemerintahan Jair Bolsonaro sekarang, dokter Kuba dipulangkan lantaran perbedaan ideologi pemerintahan. Selain Kuba, Turki merupakan negara paling banyak melahirkan dokter dari sekolah kedokteran dalam negerinya.

Berdasarkan data OECD, ternyata tidak semua negara di dunia dokter praktik di negaranya merupakan hasil didikan dalam negeri. Sebagian negara malah dokternya merupakan jebolan sekolah kedokteran luar negeri.

Dalam daftar itu, seperti ditulis Statista mengutip laporan terbaru OECD bertajuk Health at a Glance, Israel paling banyak dokternya produk sekolah kedokteran di luar kampung halaman.

Selain menambal kebutuhan tenaga medis di dalam negeri, alasan lainnya menggunakan jasa dokter didikan luar ialah mahalnya sekolah kedokteran di negara bersangkutan.

Berdasarkan data itu, di banyak negara maju pada tahun 2017, satu dari enam dokter di negara anggota OECD mendapatkan gelar dokternya dari negara lain, setidaknya gelar pertamanya.

Israel paling menggantungkan ke dokter jebolan sekolah kedokteran luar negeri, dengan jumah sebanyak 57,7 persen total dokternya. Selandia Baru menempel di urutan kedua sebanyak 42,4 persen.

Dalam banyak kasus, dokter jebolan luar negeri itu merupakan dokter imigran dan warga negara bersangkutan yang belajar di sekolah kedokteran luar negeri.

Di Amerika Serikat, berdasarkan laporan itu, seperempat dokter didikan sekolah luar negeri pada tahun 2017 hanya sepertiganya warga negara Amerika Serikat.

Sejumlah negara menekan tren itu dengan menyediakan sekolah kedokteran berbiaya murah atau seleksi masuk sekolah kedokteran lebih luas. Turki menempati puncak negara sukses dengan kebijakan itu.

Sehingga hanya 0,2 persen saja dokter di negerinya lulusan sekolah kedokteran asing, alias 99,8 persen lulusan sekolah kedokteran dalam negeri. Negara Italia, Belanda, Spanyol, Prancis dan Jerman menyusul di urutan selanjutnya. (*)

Bagikan