Mon. Apr 22nd, 2024

angkaberita.id

Situs Berita Generasi Bahagia

Bukan Apple Atau Google, Inilah Perusahaan Paling Profit di Dunia

2 min read

saudi aramco ternyata perusahaan paling untung di dunia, bahkan keuntungannya masih lebih besar gabungan keuntungan tiga perusahaan besar di amerika serikat/foto via argaam.com

Bukan Apple Atau Google, Inilah Perusahaan Paling Profit di Dunia

angkaberita.id – Keuntungan menjulang Apple, Alphabet induk Google dan Exxon Mobil langsung terlihat kerdil begitu Saudi Aramco, perusahaan minyak Arab Saudi buka-bukaan isi kantongnya.

Gabungan keuntungan tiga perusahaan raksasa di Negeri Paman Sam, itu tak sebanding dengan keuntungan Saudi Aramco. Seperti dilansir Statista mengutip laporan Bloomberg, dengan keuntungan sebesar 111,1 miliar dolar Amerika, Saudi Aramco jauh meninggalkan Apple.

Padahal Apple selama ini dikenal sebagai perusahaan paling untung di dunia. Semua itu terungkap setelah Saudi Aramco bersiap melantai ke bursa saham (IPO) sehingga harus membuka pembukuannya ke publik. Moody’s, perusahaan peranking investasi, bahkan menyebut keuntungan Saudi Aramco sundul langit.

Berdasarkan laporan Bloomberg, setelah Saudi Aramco perusahaan dengan laba tertinggi di dunia ialah Apple, sebesar 59,5 miliar dolar Amerika. Selanjutnya Samsung dengan laba 39,9 miliar dolar Amerika. JP Morgan Chase&Co berada di urutan selanjutnya, sebesar 32,5 miliar dolar Amerika.

Laporan itu sekaligus menguatkan perkasanya industri ekstraktif dibanding teknologi. Dari tujuh perusahaan dengan keuntungan terbesar di dunia, tiga di antaranya perusahaan minyak yakni Saudi Aramco, Shell dan ExxonMobil.

Berikutnya perusahaan teknologi seperti Apple, Samsung dan Alphabet. Menyodok di antara dominasi raksasa minyak dan teknologi ialah JP Morgan Chase&Co, bank investasi di Amerika Serikat sekaligus menjadi satu-satunya wakil industri keuangan.

Sejak dinasionalisasi pada tahun 1970-an, keuangan Saudi Aramco menjadi rahasia Arab Saudi dan penguasa Dinasti Al Saud. Keuntungan suatu perusahaan, terutama perusahaan negara, hanya dapat diketahui setelah menjadi perusahaan publik atau bersiap menjadi perusahaan publik.

Sedianya Saudi Aramco menawarkan sahamnya pada 2018, namun belakangan diundur menjadi tahun 2021. (*)

Bagikan