Thu. Apr 25th, 2024

angkaberita.id

Situs Berita Generasi Bahagia

Kenapa Obesitas Justru Menghantui Negara-negara Kecil di Pasifik?

2 min read

obesitas ternyata banyak dilami penduduk negara-negara kecil di pasifik, bahkan sejumlah negara setengah penduduknya obesitas. selain negara kecil, obesitas juga rawan terjadi di negara langka pangan dan mahal sembako seperri venezuela/foto via worldatlas.com

Kenapa Obesitas Justru Menghantui Negara-negara Kecil di Pasifik?

angkaberita.id – Obesitas alias kegemukan kini bukan lagi pertanda kemakmuran, namun sebaliknya menyiratkan adanya persoalan kesehatan.

Kegemukan juga berisiko tinggi terhadap serangan penyakit darah tinggi, jantung dan sebagainya.

Nah, tahukah Anda negara mana di dunia dengan persentase penduduknya mengalami obesitas terbanyak? Mengutip riset worldatlas, ternyata bukan negara besar di Asia, Amerika ataupun Eropa.

Tetapi, sejumlah negara-negara kecili di kawasan Pasifik. Bahkan, bagi sebagian Anda, nama mereka malah tidak familiar. Daftar 10 besar negaranya malah semuanya berasal dari kawasan ini.

Baru kemudian sejumlah negara lain, termasuk Amerika Serikat. Seseorang disebur rentan gemuk kalau memiliki indeks massa tubuh lebih dari 30. Sekitar 3,4 juta orang meninggal setiap tahunnya akibat obesitas.

Tren obesitas juga stabil di dunia, merujuk data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), perkiraan terakhir satu miliar penduduk dunia mengalami obesitas. Angka ini meningkat dua kali lipat dibanding kondisi 20 tahun lalu.

Temuan mengejutkan, tak ada kaitan obesitas dengan tingkat perekonomian negara bersangkutan. Buktinya, Amerika Serikat dan Inggris berada di peringkat 12 dan ke-36 rentan obesitas di dunia.

Sebaliknya negara kecil seperti Marshall Island alias Kepulauan Marshall di Pasifik, kemudian Samoa, Palau dan Nauru malah bertakhta di daftar 10 besar.

Bahkan, 6 negara di antaranya obesitas dialami setengah penduduknya. Yakni, Nauru. Kemudian Pulau Cook, Palau, Pulau Marshall, Tuvalu dan Niue.

Obesitas, mengutip data WHO, juga dipengaruhi kondisi kelangkaan pangan dan mahalnya harga sembako. Ini terjadi di Venezuela. Lantaran kelaparan, warga di sana tak penting lagi soal keseimbangan nutrisi terpenting bisa mengganjal perut. (*)

Bagikan