Thu. Dec 2nd, 2021

angkaberita.id

Situs Berita Generasi Bahagia

Tiga Walikota Pilihan Mata Uang, Menang Pemilu Berkat Undian Koin

2 min read

pengunjuk rasa di Philippines International Convention Center, lokasi penghitungan suara pemilu di Filipina Mei 2019, menuntut pelaksanaan pemilu yang transparan. Saat pemilu itu, penentuan satu pilwako memakai pengundian koin setelah perolehan suara kandidatnya sama/foto via AFP

Tiga Walikota Pilihan Mata Uang, Menang Pemilu Berkat Undian Koin

angkaberita.id – Ini bukan pembelian suara dengan uang alias money politics, namun benar-benar menggunakan koin demi menentukan pemenang dengan mengundinya. Kejadiannya di Filipina saat pemilihan walikota baru-baru ini.

Lewat penelusuran pemberitaan dalam jaringan, setidaknya telah tiga kali kejadian serupa dalam kurun waktu enam tahun terakhir di Filipina. Terbaru saat pemilihan walikota Aracelli di barat Provinsi Palawan, bulan Mei 2019 lalu.

Komisi Pemilihan Umum di Filipina akhirnya memutuskan mengundi pemenangnya setelah kedua kandidat suaranya imbang. Dua kandidat, masing-masing, Sue Cadilla dan Noel Beronio bertarung dalam pemilihan. Keduanya berstatus mantan walikota dan walikota petahana.

Nah, saat penghitungan keduanya memperoleh suara sama, yakni 3.495. Setelah berunding, kedua kandidat akhirnya sepakat memilih pengundian koin guna menentukan pemenangnya ketimbang prosedur pemilihan ulang.

Aturan pemilihan di Filipina memang memperbolehkan penentuan pemenang dengan pengundian koin jika keduanya memperoleh suara sama.

Tiga kali pengundian koin, KPU setempat menetapkan Sue Cadilla sebagai walikota baru Aracelli setelah memenangi tiga kali pengundian dengan memilih sisi ekor koin saat pengundian. “Saya berdoa semoga keinginan rakyat dikabulkan,” kata Guia, pejabat KPU setempat.

Bersamaan dengan pemilihan walikota Aracelli, Filipina menggelar pemilihan serentak lainnya. Tercatat lebih dari 43.500 kandidat bertarung memperebutkan 18.000 kursi, termasuk 81 kursi gubernur. Kemudian 1.634 walikota dan lebih dari 13.500 kursi DPRD di 81 provinsi se-Filipina.

Sebelum Sue Cadilla, tiga tahun sebelumnya kejadian serupa juga berlangsung di Provinsi Bulacan. Persisnya saat pemilihan walikota Bocauce. Saat penghitungan suara, baik Jono Villanueva maupun Jim Valerio sama-sama mendapatkan suara 16.694.

Villanueva mengaku akhirnya menerima tawaran penentuan pemenang dengan mengundinya. “Sebenarnya terpikir melakukan penghitungan ulang secara manual ketimbang pengundian dengan koin,” kata Villanueva saat itu.

Namun setelah menimbang-nimbang, kedua calon sepakat mengakhiri kontestasinya dengan tos-tosan pakai koin, pada pemilu bulan Mei 2016 itu. Saat pengundian, Villanueva bernasib lebih baik ketimbang rivalnya.

Lima kali tos-tosan koin, dia unggul dibanding lawannya. Jono Villanueva sendiri merupakan saudara perempuan senator terpilih Filipina saat itu, Joel Villanueva.

Kejadian ketiga terjadi enam tahun berselang, persisnya pada Mei 2013. Saat itu, Marvic Feraren dan Boyet bertarung di pemilihan walikota San Teodoro, Provinsi Mindoro Oriental. Seperti dua kejadian setelahnya, Feraren dan Boyet meraup suara sama, yakni 3.236 saat pemilihan.

Pejabat KPU setempat mengusulkan kepada keduanya pengundian koin menentukan pemenangnya. “Keduanya setuju, aturannya siapa pilihan sisi koinnya paling banyak muncul, dia menang,” jelas Ketua KPU San Teodoro, Reny Pagilagan saat itu.

Hasilnya, Feraren politisi separtai dengan Presiden Filipina saat itu, Benigno Aquino memenangi undian. “Keduanya menerima hasil tos-tosan, lalu berjabat tangan dan berangkulan,” jelas Reny.

Menurut Reny, proses tos-tosan itu kali kedua dirinya menyaksikan langsung. Kejadian sebelumnya pada tahun 2004, namun dia tak menjelaskan detailnya, kecuali menyebut lokasinya masih kota tetangga dengan San Teodoro. (*)

Bagikan