Sun. Jul 21st, 2024

angkaberita.id

Situs Berita Generasi Bahagia

Sebaiknya Anda Tahu, Inilah Kebiasaan Sepele Anak-anak Bikin Gigi Tonggos

2 min read

kebiasaan isap jempol dan menggigit kuku ternyata bisa akibatkan gigi anak tonggos atau menjadi gigi cakil/foto design pic via kompas.com via intisari.grid.id

angkaberita.id –Gigi tonggos dan gigi cameuh ternyata sedikit banyak disebabkan kebiasaan anak-anak mengisap jempol dan menggigit kuku. Lalu apa bedanya gigi tonggos dan gigi cameuh?

Gigi tonggos adalah suatu keadaan di mana gigi atas kita terlalu maju dan membuat gigi bawah berada di belakang gigi atas. Sedangkan gigi cameuh berarti gigi bawah kita terlalu maju dan membuat gigi atas berada di belakang gigi bawah.

Selama ini, banyak orang yang mengatakan kalau gigi tonggos dan cameuh itu disebabkan karena faktor genetik. Kita akan lebih besar kemungkinannya memiliki kelainan gigi seperti itu kalau orangtuanya juga seperti itu.

Namun, ternyata gigi tonggos dan cameuh bisa terjadi bukan karena faktor genetik saja, tapi juga kebiasaan kita.

Kebiasaan apa saja, ya? Yuk, kita simak!

1. Mengisap Jempol

Siapa yang masih mengisap jempol sebelum tidur? Adik bayi biasanya mengisap jempol supaya bisa tidur dengan nyenyak. Lama-lama, hal itu bisa menjadi kebiasaan yang bisa jadi terbawa sampai besar.

Nah, mengisap jempol bisa membuat gigi kita tumbuh tidak teratur. Itu karena mengisap jempol akan memberikan dorongan yang kuat. Akibatnya, gigi atas akan maju ke depan dan gigi bawah akan mundur.

2. Menggigit Kuku

Kebiasaan menggigit kuku juga bukan hal yang baik, teman-teman. Menggigit kuku bisa membuat kuku kita tumbuh tidak teratur dan membuat jari kita luka.

Menggigit kuku juga bisa menyebabkan kuman-kuman yang ada pada sela kuku masuk ke tubuh kita. Biasanya kita menggigit kuku dengan menggunakan gigi depan.

Hal ini akan membuat susunan gigi kita menjadi tidak rapi. Harus Dihentikan Nah, supaya gigi kita tidak tonggos atau cameuh, kita harus bisa menghentikan kebiasaan buruk itu.

Jangan sampai kebiasaan itu terbawa sampai kita besar, apalagi kalau gigi kita sudah bukan gigi susu lagi. Hal itu akan membuat proses pemulihan gigi kita akan menjadi sulit. (Intisari.grid.id/bobo.id)

Bagikan