Thu. Apr 25th, 2024

angkaberita.id

Situs Berita Generasi Bahagia

Benarkah Anjing Dapat Deteksi Kanker dalam Darah Manusia? Mengejutkan Jawabannya

2 min read

seekor anjing yang dilibatkan dalam penelitian khusus mendeteksi ada tidaknya kanker dalam pasien yang diperiksa/foto bioscentdx via kompas.com

angkaberita.id – Hewan anjing ternyata tak hanya membantu mengungkap kasus kejahatan, namun belakangan disebut-disebut juga membantu mendeteksi ada tidaknya penyakit kanker dalam tubuh manusia.

Melansir laman situs kompas.com, Selasa (9/4/2019) studi baru dari peneliti BioScent Dx di AS mengungkapkan bahwa anjing berjenis beagle dapat mendeteksi bau kanker dalam sampel darah dengan tingkat akurasi 97 persen.

Penelitian ini dilakukan dengan harapan bisa mengarah pada pendekatan baru untuk pendeteksian kanker.

“Meskipun saat ini tidak ada obat untuk kanker, pendeteksian dini bisa menawarkan harapan terbaik untuk bertahan hidup,” ujar pemimpin penelitian BioScent Dx, Heather Junqueria, dilansir Mirror, Selasa (9/4/2019)

“Sebuah tes yang sangat sensitif untuk mendeteksi kanker berpotensi menyelamatkan ribuan nyawa dan mengubah cara penyakit ini diobati,” kata Junqueria.

Dalam studi tersebut, para peneliti melatih empat anjing jenis beagle untuk membedakan antara sampel darah normal dan sampel darah dari penderita kanker paru-paru.

Salah satu anjing bersikap pasif, tidak termotivasi untuk melakukan tes akurasi. Namun, tiga anjing lain dengan benar mengindentifikasi sampel kanker dengan akurasi 97 persen.

Junqeria mengungkapkan bahwa pekerjaan ini sangat menarik karena membuka kesempatan untuk penelitian lebih lanjut di dua jalur pengobatan, yang keduanya dapat mengarah pada alat pendeteksian kanker baru.

“Salah satunya menggunakan deteksi aroma anjing sebagai metode screening untuk kanker, dan jalur lainnya adalah menentukan senyawa biologis yang dideteksi anjing dan kemudian merancang tes screening kanker berdasarkan pada senyawa tersebut,” ujar Junqueria.

Saat ini, para peneliti tengah berencana untuk melakukan studi tindak lanjut untuk memahami dengan tepat komponen kimia mana yang berbau anjing untuk mendeteksi kanker. (*)

Bagikan