Tue. Apr 23rd, 2024

angkaberita.id

Situs Berita Generasi Bahagia

Blak-blakan, Inilah Alasan Perdana Menteri Mahathir Hendak Jual Malaysia Airlines

2 min read

Perdana Menteri Mahathir Mohamad/Foto TheStar via Intisari.grid.id

angkaberita.id – Malaysia Airlines bakal dikenang sejarah lantaran musibah dan misteri yang menderanya. Satu lagi, Malaysia Airlines juga bakal dikenang sejarah karena hendak dijual Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad.

Mahathir mengungkapkan bahwa ada sejumlah perusahaan lokal maupun asing yang berminat membeli maskapai tersebut. Malaysia Airlines sendiri saat ini sedang mengalami masalah finansial.

Hal ini menyebabkan pemerintah Malaysia sedang mempertimbangkan pilihan antara menutup, menjua, atau kembali mendanai Malaysia Airlines. Opsi yang masih dipelajari pemerintah ialah menjualnya. Sejak 2014 Malaysia Airlines, kini Malaysia Airlines Berhad (Bhd), telah diprivatisasi.

“Ada pihak-pihak tertentu yang mengaku tertarik untuk membeli (maskapai), sehingga kami tidak membantah (kemungkinan menjual),” ujar Mahathir, Rabu (20/3/2019), dengan tanpa mengungkapkan nama-nama perusahaan yang dimaksud.

Pemerintah, lanjut Mahathir, juga akan mempertimbangkan apakah akan mengubah manajemen maskapai, mengurangi, atau justru memperluasnya.

“Walaupun kami mempekerjakan manajemen asing, MAS masih mengalami kerugian. Oleh karena itu, salah satu opsi yang ada saat ini adalah menjualnya,” ujar Mahathir, merujuk akronim nama Malaysia Airlines sebelumnya.

Maskapai tersebut telah kehilangan dua CEO asingnya yang memilih keluar sebelum masa kontrak mereka selesai sejak maskapai diambil alih oleh negara menggunakan pendanaan dari Khazanah Nasional.

“Saya mencintai MAS. Saya ingin MAS menjadi maskapai penerbangan nasional, tetapi sepertinya kami tidak mampu untuk memilikinya,” ujarnya lagi.

Pekan lalu, Mahathir telah mengungkapkan jika pemerintah sedang mempertimbangkan antara menutup, menjual, atau meneruskan pembiayaan maskapai, dan keputusan untuk hal itu akan segera dibuat.

MAB telah berupaya untuk mengubah operasinya dan kembali meraih keuntungan pada 2019 ini, setelah pulih dari dua insiden pada 2014, yang membawa maskapai ini titik terendahnya.

Di tahun itu, terjadinya dua insiden penerbangan besar berkenaan dengan maskapai penerbangan itu, yakni saat penerbangan MH370 hilang tanpa jejak dan penerbangan MH17 yang ditembak jatuh di bagian timur Ukraina.

Khazanah Nasional mengatakan, pemerintah Malaysia perlu mengambil keputusan terkait investasi dan tingkat dukungannya terhadap maskapai tersebut.

BUMN pendanaan negara itu juga mengatakan sedang menunggu presentasi rencana bisnis dari pihak maskapai sebelum memutuskan langkah yang akan diambil pemerintah. (Intisari.grid.id/Kompas.com/Agni Vidya Perdana)

Bagikan