Thu. Apr 25th, 2024

angkaberita.id

Situs Berita Generasi Bahagia

Teror Maut di Selandia Baru, Sang Teroris Ternyata Sempat Kirim Email ke Perdana Menteri. Ini Isinya

2 min read

Seorang polisi bersiaga di depan Masjid Al Noor, Christchurch lokasi aksi teroris asal Australia yang menembaki jamaah Salat Jumat. Sebanyak 50 orang meninggal dunia/Foto reuters via kabar24.bisnis.com

angkaberita.id – Laporan terbaru aksi teror maut menyasar jamaah Salat Jumat di Masjid Al Noor, Christchurch di Selandia Baru, jumlah korban meninggal sebanyak 50 jiwa, seorang di antaranya WNI.

Tak hanya itu, sang teroris ternyata sempat mengirimkan email ke Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern sebelum beraksi. Email tersebut berisi manifesto dari teroris beberapa menit sebelum melancarkan aksi penembakan di Christchurch.

Kepala Staf Sekretaris Pers PM Ardern, Andrew Campbell mengatakan, kantor PM mendapat email ke alamat surel yang dikelola oleh staf dan tidak dilihat oleh perdana menteri, seperti dikutip dari Tempo.co seperti dilansir laman situs kabar24.bisnis.com, Minggu (17/3/2019).

Pihak berwenang menolak membahas motif potensial serangan yang menewaskan 49 orang dan melukai puluhan lain.

Namun, dokumen manifesto pelaku setebal 87 halaman itu, juga diunggah di media sosial tepat sebelum penembakan dimulai, yang berisi sentimen anti-imigran dan anti-Muslim.

Brenton Harris Tarrant, 28 tahun, disidang pada Sabtu pagi dengan pasal pembunuhan, namun menurut Komisioner Kepolisian Selandia Baru, pasal dakwaan bisa bertambah.

Brenton Tarrant, pelaku penembakan dua masjid New Zealand berada di Pengadilam Christchurch, Selandia Baru, 16 Maret 2019. Tarrant dikenai dakwaan pembunuhan setelah membantai jamaah salat Jumat, yang menewaskan 49 orang dan melukai 48 orang lainnya.

Tarrant tiba di ruang sidang dengan pakaian tahanan putih dan terborgol, dikawal dua petugas polisi. Dia hanya diam selama persidangan, namun tangannya membuat gestur simbol supremasi kulit putih dengan jarinya sambil tersenyum.

Persidangan ini tertutup untuk publik karena risiko keamanan. Brenton akan tetap ditahan dan akan kembali disidang pada 5 April. Dua lainnya masih ditahan sehubungan dengan penembakan itu, tetapi peran mereka masih belum jelas.

Orang keempat yang sebelumnya ditahan setelah serangan itu kemudian diidentifikasi sebagai pejalan kaki yang saat itu bersenjata dan ingin membantu polisi.

PM Selandia Baru Jacinda Ardern mengunjungi anggota komunitas Muslim Selandia Baru di pusat pengungsi di Christchurch, pada Sabtu, di mana dia memberikan penghormatan kepada para korban penembakan di Christchurch hari Jumat dan menyampaikan dukungan. (*)

Bagikan